Romo Josep Susanto: Netizen Itu “Maha Benar”, Siapkan Mental

Siapa pun boleh jadi apa saja yang dia mau. Demikian juga ketika seseorang ingin menjadi youtuber. Tentu saja, setiap pilihan memiliki konsekuensi dan meminta daya juang tersendiri.

Tentang pilihan menjadi youtuber, Romo Josep Susanto memiliki pesan, “Tentukan dan perkuat motivasi, juga siapkan mentalmu,” kata Romo Josep ketika berbicara dalam Zoominar bertema Pewartaan Digital Zaman Now yang diadakan Badan Pelayanan Dekanat Barat 2 BPK PKK KAJ pada 17/10.

Dengan mengetahui dan memperkuat motivasinya, seseorang tahu untuk apa dia menjadi youtuber atau apa misi yang ia bawa dalam pilihannya itu. Dengan mengetahui dan memperkuat motivasi, seseorang menjadi serius dan kreatif untuk mencapai tujuan itu.

Romo Josep mengingatkan bahwa menjadi youtuber rohani berbeda dengan youtuber pada umumnya. Di bidang rohani, jelasnya selain harus tahu motivasi, cara kerjanya pun berbeda. “Jangan bersaing, justru harus saling dukung. Jangan segan kasih testimoni. Lihat saja, kalau orang yang jualan kue dapat testimoni, dagangannya laku,” terangnya.

Menyangkut kesiapan mental, ahli Kitab Suci Perjanjian Lama ini lalu menceritakan pengalamannya. Pernah penonton yang tidak suka dengan konten channel-nya mengumpat-umpat dengan kata-kata kotor dan kasar. “Lihat saja di kolom komentar youtube saya. Ada yang ngatain, pastor tak berguna dan lain-lain,” katanya sambil menyebut episode yang dia maksud. “Jadi netizen itu ‘maha benar’. Kita harus siapkan mental menghadapi itu,” tambah pemilik channel Bible Learning With Father Josep ini.

Lantas, mengapa ia menggunakan  “Father Josep”, bukan “Romo Josep”? “Bukan karena saya mau menutupi identitas. Kalau bilang ’Romo Josep’, orang langsung bilang itu Katolik. Saya tidak ingin dikotak-kotakkan, gereja ini atau itu? Kitab Suci ingin mempersatukan orang-orang yang percaya Yesus Kristus. Karenanya, dalam channel saya, saya berusaha untuk tidak bicara dogma-dogma gereja, tapi membahas Kitab Suci dan menafsirkan dengan berbagai cara yang menarik,” jelasnya.

Apa yang Romo Josep dapatkan dengan menjadi youtuber? Tentu saja ia mendapatkan kepuasan batin karena bisa membagi pengetahuan yang membuka wawasan dan meneguhkan iman umat.

Selain itu, ia mengaku mengalami perkembangan luar biasa dalam berbicara di depan kamera. “Tidak gampang bicara di depan kamera. Tuhan memperkembangkan kemampuan demi kemampuan saya,” akunya.

Tidak hanya itu, uang yang dia dapat dari youtube menjadi berkat bagi banyak orang. Sebelum virus korona merebak, setiap kali terima uang dari youtube, ia ke RS Sin’t Carolus, menemui suster di sana dan menyerahkan uang dari youtube itu sambil berpesan, “Suster, silakan berikan uang ini kepada pasien yang sangat mebutuhkan.” Ia tahu banyak pasien yang kesulitan dalam keuangan.

Setelah korona menjadi pandemik, Romo Josep tidak bisa ke RS Carolus lagi. Ia beralih ke jalanan.

Dari informasi yang ia dapatkan, banyak orang yang beralih pekerjaan, bahkan jadi pengangguran atau menjadi tukang ojek dan sebagainya. Ada juga yang beralih menjadi penjual makanan, misalnya membuka toko roti. “Saya lalu menggunakan uang yang saya dapat itu untuk membeli makanan dari mereka terkena PHK itu, lalu membagikan kepada mereka yang di jalan seperti tukang becak, tukang ojek, dan lain-lain,” pungkasnya. (SH/01)

 

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *