PELUKLAH PERUBAHAN

Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC

Seorang wanita yang belum menikah memiliki posisi yang kuat di sebuah perusahaan yang besar. Ia telah begitu lama memegang posisi itu. Ia memiliki banyak bawahan. Ia tentu mendapatkan banyak fasilitas istimewa dan gaji yang besar. Pada saat yang sulit akibat pandemi covid 19, perusahaan itu menutup perusahaannya. Jika ia tetap mau bekerja di sana, ia akan ditempatkan di luar negeri. Ia bingung menghadapi pilihan itu karena ia harus mengurus ibunya yang terkena stroke. Ibunya adalah seorang janda dan ia adalah anak tunggal.

Setelah berdoa, ia memutuskan berhenti dari perusahaan itu dan akan mencoba mencari pekerjaan lain. Setelah berhenti dari perusahaan itu, ia mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan. Sudah hampir tiga bulan menganggur, tetapi tidak ada satu jawaban dari lamarannya. Ia mulai agak stress karena ia biasa sibuk, tetapi kini di rumah saja. Enam bulan sejak berhenti dari perusahaan itu, tiba-tiba pemilik perusahaan lain, lebih besar daripada sebelumnya, memanggilnya untuk bekerja di sana. Permintaan posisi dan gaji sudah disetujui oleh pemilik perusahaan itu. Pemilik perusahaan itu mengatakan kepadanya : “Engkau mulai bekerja setelah saya memanggilmu lagi”. Ia sudah begitu lama menunggu panggilan untuk bekerja di sana.

Pikirannya mulai aneh-aneh : “Jangan-jangan pemilik perusahaan itu telah membatalkan saya karena permintaan gaji saya mungkin terlalu besar”. Ketika ia hampir putus asa dalam penantian karena uang pesangonnya sudah hampir habis, pemilik perusahaan itu memanggilnya untuk bekerja. Pemilik perusahaan itu berkata kepadanya : “ Maaf saya agak lama memanggilmu karena saya sedang menyiapkan sebuah perusahaan baru. Aku menginginkan engkau menjadi direktur utamanya”. Wanita itu kaget dengan posisi yang jauh lebih baik daripada yang ia inginkan. Ia mengucapkan syukur atas kebaikan Allah : “Ya Allah Bapa, Terimakasih atas rencana-Mu yang indah bagiku. Engkau memberikan gaji dan posisi yang jauh lebih baik daripada yang aku minta”.

Kadang-kadang apa yang kita kira akan menjatuhkan kita ternyata merupakan tangan Allah yang sedang mencoba mendorong kita masuk ke dalam situasi yang baru. Allah akan menggerakkan kita keluar dari keadaan yang nyaman. Allah akan menempatkan kita ke dalam situasi yang memaksa kita menggunakan iman kita. Kita mungkin tidak menyukainya. Akan tetapi, Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia tidak meninggalkan kita sendirian.

Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Allah sedang mengarahkan setiap langkah kita. Hal-hal tersebut mungkin melalui seorang sahabat yang membuat kesalahan, kita mengalami kemunduran, kita kehilangan orang yang kita sayangi. Hal-hal itu pasti membuat banyak perubahan dalam hidup kita.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, kita seharusnya dapat memeluknya. Allah akan menggunakan perubahan untuk meningkatkan derajat kita. Jika kita menolak perubahan yang terjadi, kita akan berakhir dengan berjalan di tempat atau biasa-biasa saja.

Kita harus tetap terbuka pada perubahan. Kita hendaknya tidak mendekati perubahan dengan pandangan yang negatif. Semua perubahan tidaklah jelek. Perubahan itu mungkin buruk permukaannya, tetapi Allah tidak mungkin mengijinkan hal itu terjadi jika Allah tidak memiliki rencana yang indah atasnya.

Ia akan menggunakannya untuk mendorong kita masuk ke dalam situasi yang baru. Kita mungkin sudah berada dalam situasi yang nyaman selama bertahun-tahun, tetapi tiba-tiba kita melihat suasana menjadi berubah. Mungkin kita sudah memegang sebuah pekerjaan lebih dari dua puluh tahun, tetapi tiba-tiba orang yang dulu mendukung kita kini meninggalkan kita. Kita tidak lagi disukai di sana. Setiap hari rasanya kita berada dalam pertempuran.

Menanggapi situasi tersebut, kita mudah dapat menjadi orang berpikiran negatif atau menjadi orang yang dirundung kepahitan : “Ya Allah Bapa, mengapa hal ini terjadi ? Saya kira Engkau menyayangi saya”. Kita seharusnya menghadapi hal itu dengan tetap terbuka dengan perubahan dan keyakinan bahwa Allah senantiasa mengendalikan apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Ketika kita dapat memeluk perubahan, maka perubahan itu akan mendorong kita masuk dalam situasi yang baru yang lebih baik daripada sebelumnya.

Kita mungkin mengetahui bahwa sahabatku dulu itu sudah tidak lagi baik dengan kita. Kita mengetahui bahwa ia sedang menghalangi kita untuk menjadi terbaik. Kita mungkin berpikir bahwa jika kita membuat sebuah perubahan, kita akan mengalami kesendirian. Kita hendaknya mengingat bahwa kita pasti tidak menginginkan perahu kehidupan kita kandas di atas batu karang. Karena itu, mengapa Allah membalikkan perahu kita ? Allah melakukan hal itu supaya kita bergerak maju. Allah tidak bermaksud membuat kita sengsara. Akan tetapi, Allah memiliki keinginan besar untuk melihat kita mencapai kemampuan yang penuh. Allah tidak akan menutup pintu kesempatan yang lebih baik daripada sebelumnya kepada kita jika kita terus bergerak maju. Ia tidak akan menarik kita dari situasi yang sudah nyaman jika Ia tidak memiliki sesuatu yang lebih baik untuk kita.

Kesimpulan dari permenungan ini adalah jangan memerangi perubahan, terapi peluklah itu, maka kita akan melangkah menuju kepenuhan dari apa yang Allah kehendaki bagi kita.

Salam Tangguh

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *