Beranjak dari Mentalitas Bertahan Menuju Mentalitas Berkembang

Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC

Mekarlah seperti bunga

Saya sering mendengar orang mengatakan, “Romo harus bertahan  ya, sesukar apa pun perjalanan hidup romo”. Ungkapan tersebut menunjukkan mentalitasnya masih mentalitas  bertahan dalam kehidupan.

Dalam hati saya mengatakan bahwa hidup saya bukan sekadar bertahan sebagai romo, tetapi saya harus terus menerus berkembang hidup sebagai romo. Mentalitas berkembang adalah kunci kebahagiaan saya sebagai romo. Ketika saya masih berada dalam tahap mentalitas bertahan, saya pasti sangat terbeban hidup sebagai romo. Saya bisa menjadi galak karena stres yang luar biasa. Sebaliknya, ketika saya sudah berada dalam tahap mentalitas berkembang, saya akan murah senyum dan ramah terhadap setiap orang karena saya telah menikmati dan mensyukuri hidup sebagai romo.

Hal ini berlaku untuk semua jenis tanggungjawab yang telah diamanahkan kepada kita seperti sebagai suami – istri, tentara, polisi, majikan, pekerja pabrik, dan pengurus organisasi pelayanan. Kalau kita sekedar bertahan, kita akan menjalaninya dengan penuh tekanan. Sebaliknya, jika kita menuju pada tahap berkembang, kita melakukannya dengan sukacita.

Saya belum lama ini bertemu dengan seorang ibu. Ibu itu mengatakan  dengan bangganya: “Romo, saya sangat bahagia karena saya bisa bertahan dalam pernikahan dengan suami saya yang menjengkelkan, galak, dan jarang di rumah. Sekarang suamiku terbaring sakit. Ia menjadi suka mengeluh dan memiliki kecurigaan yang besar. Ketika saya keluar rumah sebentar saja untuk urusan sesuatu, hal itu pasti menjadi perkara baginya. Akan tetapi, saya tetap bertahan. Saya tetap melayaninya”.  Namun demikian, saya melihat wajahnya layu dan matanya sayu yang menunjukkan kelelahan luar biasa dalam dirinya. Saya pun berkata kepadanya, “Ibu, hidup bukan sekadar bertahan, tetapi harus berkembang. Kalau ibu hanya sampai tahap bertahan, pertahanan ibu pasti akan goyah dan roboh sehingga ibu akhirnya akan tergeletak tak berdaya”.

Bertahan adalah satu tahap yang penting, tetapi tahap berikutnya adalah harus berkembang. Berkembang terungkap dalam sikap seperti mau mengampuni dan menerima segala situasi dengan penuh syukur. Artinya, kita menerima situasi yang sukar untuk membentuk pribadi kita menjadi lebih sabar serta lebih kuat dalam iman dan harapan. Hidup yang berkembang membuat kita bahagia dalam segala keadaan.

Kita perlu ingat tentang peristiwa Tuhan Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan ribuan orang. Allah juga dapat menggandakan  apa yang kita miliki. Ia dapat menggandakan waktu kita dan memberikan banyak hal untuk kita kerjakan. Ia dapat menggandakan kebijaksanaan kita sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat.

Banyak orang akan mengatakan “Oh hidupku sangat buruk.  Jika aku  bisa bertahan sampai tahun mendatang saja, hal itu sudah bagus”. Ketika mereka harus melewati waktu yang berat dan hidup, mereka sudah sampai tahap terendah. Ketika kita mengalami hal itu, kita harus segera mengatakan, “Saya bukan sekadar bertahan. Saya pasti akan makmur meski mengalami kesulitan”.

Kita mungkin  bisa bertahan dalam kehidupan kita yang penuh dengan kesulitan. Akan tetapi, kita tidak dapat terus-menerus memegang mentalitas bertahan seperti itu. Allah memiliki tahap kehidupan baru di depan kita. Ia mempunyai pintu baru yang ingin Ia buka bagi kita. Ia menginginkan tahap kehidupan kita berikutnya  menjadi lebih baik dari pada sebelumnya (Mentalitas berkembang).

Mentalitas bertahan akan menjauhkan kita dari hal-hal yang baik yang ada dalam rencana Allah. Kita harus mengebaskannya dan berkata, “Ya Allah, Engkau berjanji akan mengubah apa yang nampaknya merugikanku menjadi sebuah keuntungan bagiku. Walaupun aku harus melewati api, mengalami kelaparan, menyeberangi banjir, tetapi aku yakin ini waktuku untuk menerima berkat yang melimpah. Ini saatnya bagiku untuk melihat lebih banyak kebaikan Allah dalam hidupku”.

Karena itu,  kita harus tetap memegang dengan teguh iman kita. Kita terus-menerus mengharapkan Allah akan meninggikan kita dalam berbagai macam segi dalam kehidupan kita.

Jika kita ingin diberkati, tulislah “Aku yakin pasti akan makmur meski saat ini mengalami banyak kesulitan”.

Salam tangguh!!

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *