DOA YANG BERANI

Oleh Romo Felix Supranta, SS.CC

Kita sering berpikir bahwa kita seharusnya tidak meminta sesuatu terlalu banyak. Meminta sesuatu terlalu banyak dianggap sebagai sikap yang serakah dan egois. Kita tidak mau menjadi orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak pernah puas dengan berkat dari Allah. Sikap seperti ini sering juga ditujukan kepada Allah. Banyak di antara kita sering berkata : “Saya tidak akan meminta terlalu banyak hal yang besar kepada Allah. Jika Allah menginginkan saya diberkati, Ia pasti akan memberkati saya. Ia adalah Allah yang mengetahui keinginan yang tersimpan paling dalam di hati saya”.

Cara kita meminta Allah tersebut di atas tidaklah tepat. Allah mengharapkan kita untuk meminta sesuatu kepadaNya. Ketika kita meminta bantuan Allah dan berkat-Nya, kita mengungkapkan iman kita bahwa Allah adalah Mahakuasa. Dengan meminta kepada Allah hal-hal yang besar, kita menunjukkan kepercayaan kita bahwa tidak ada sesuatupun yang sulit bagiNya.

Banyak di antara kita memang meminta sesuatu kepada Allah, tetapi kita memanjatkan doa kepadaNya hanya untuk hal-hal yang kecil : “Ya Allah, saya sudah bahagia jika Engkau menaikkan gaji saya dengan menambahnya sepuluh ribu rupiah saja tahun ini”. Mereka juga sering berkata : “Ya, Allah, saya akan merasa gembira jika Engkau membantu saya untuk dapat mempertahankan perkawinan saya ini”.

Allah meminta kita untuk berani meminta sesuatu yang besar kepada Allah. Tuhan Yesus bersabda : “Allah akan melakukan sesuatu kepadamu sesuai dengan imanmu”. Hal itu berarti bahwa jika kita memanjatkan doa-doa kepada Allah untuk permintaan yang kecil, kita juga akan menerima sesuatu yang kecil. Sebaliknya, jika kita memanjatkan doa-doa yang berani kepadaNya untuk memohon hal-hal-yang besar, mengharapkan hal-hal yang besar, dan percaya bahwa hal-hal yang besar itu akan terjadi, kita mengijinkan Allah untuk melakukan hal-hal yang besar tersebut dalam hidup kita : “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Markus 11 : 24).

Kita mungkin memiliki sebuah impian yang tersimpan di dalam lubuk hati kita yang terdalam, namun kita tidak pernah memintanya kepada Allah. Tidak ada salahnya meminta sesuatu kepadaNya. Tidaklah egois meminta sesuatu kepadaNya. Allah mengharapkan kita meminta kepadaNya : “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2 : 8). Ayat tersebut berarti Allah berkata kepada kita : “Mintalah kepadaKu sesuatu yang besar. Mintalah kepadaku untuk mewujudkan impianmu yang telah tertanam sangat dalam di hatimu. Mintalah kepadaku untuk menjadikan nyata cita-citamu yang tampaknya tidak mungkin terjadi”.

Pada waktu yang sunyi, kita harus berani meminta kepada Allah untuk membuat impian-impian dan harapan-harapan kita menjadi kenyataan. Impian-impian dan harapan-harapan kita itu tampaknya tidak mungkin terjadi, namun kita harus berkata kepada Allah dengan jujur : “Ya Allah, saya tidak melihat bagaimana impian saya ini bisa terjadi, tetapi saya memiliki impian untuk memulai usaha saya. Ya Allah, saya memohon bantuan-Mu”. Atau berkata : “Ya Allah, saya ingin agar anakku melanjutkan sekolah di universitas, tetapi saya tidak memiliki uang. Ya Allah, bukalah jalan bagi kami”.

Kesimpulan dari permenungan ini adalah kita harus berani meminta kepada Allah untuk mewujudkan impian-impian dan keinginan-keinginan kita yang besar. Allah kita adalah pemilik segala sesuatu yang siap memberikannya kepada kita.

  • Salam Tangguh

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *